sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

Ramli MS : Tolak Layani Masyarakat Muslim Tidak Berbusana Islami

Ramli MS, Bupati Aceh Barat Melarang Layani Masyarakat Tidak Berbusana Muslim

Berita Panas Terkini - Banda Aceh, Bupati Aceh Barat, Ramli MS meminta pegawai seluruh instansi di daerah tersebut tidak melayani pengurusan administrasi kependudukan terhadap masyarakat muslim yang tidak menggunakan busana secara Islami.

"Kalau ada pejabat atau kepala dinas yang melayani warga muslim, tapi tidak memakai busana secara Islami, dia akan saya copot dari jabatannya," kata Ramli di Meulaboh, Jumat, 7 Desember 2018.

Ramli menjelaskan kebijakan itu berlaku khusus bagi umat muslim dalam pengurusan e-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan berbagai data administrasi lainnya. Bagi warga nonmuslim, aturan tersebut tidak berlaku. "Tapi tetap sopan," ujarnya.


Menurut Ramli, langkah tersebut merupakan bagian dari pengoptimalan penerapan syariat Islam di daerahnya. Saat ini, kata dia, pihaknya memang sedang giat menggencarkan penerapan syariat Islam secara lebih baik dan menyeluruh di masyarakat.

"Setiap pejabat atau kepala dinas maupun aparatur sipil negara perempuan yang bekerja di instansi pemerintah, juga sudah mulai mengenakan pakaian secara Islami yakni tidak berpakaian ketat dan menutup aurat," kata Ramli.

Ramli mengklaim aturan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tersebut mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di wilayah itu.

Video Mesum Anak SMK di Hotel Jembrana Bali, Tersebar Karena Putus Cinta

Nonton Video Porno Siswi SMK Jembrana Bali

Berita Panas Video Mesum Anak SMK - Jembrana, Bali Tersebar melalui aplikasi WhatsApp, video mesum siswi cantik sempat menggegerkan masyarakat Kabupaten Jembaran, Bali. Diduga siswi cantik itu merupakan pelajar di salah satu SMK Negeri di Jembrana, asal Desa Yahembang, Kecamatan Mendoyo.

Sementara itu, pemeran pria juga disebut masih berstatus pelajar SMK di Jembrana. Keduanya memadu kasih dalam ikatan asmara. Dan sang pria lah yang diduga merekam video adegan panas tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, membenarkan pihaknya telah mendapat informasi beredarnya video mesum yang diduga diperankan sepasang remaja di Jembrana.

Selang berapa hari mendapat informasi, polisi telah mengantongi identitas pelaku adegan mesum yang berstatus pelajar tersebut. Bahkan, polisi telah bertemu dengan siswi pemeran wanita dalam video mesum tersebut, di sekolahnya.


Menurut salah seorang siswi yang mengenal pemeran video mesum tersebut menuturkan, dulunya dua pelajar itu menjalin hubungan asmara, tetapi kini telah putus.

"Mereka dulunya pacaran. Mereka itu satu desa, tapi sekolahnya berbeda. Video itu disebarkan cowoknya karena tidak terima diputusin," kata pelajar tadi.


Beberapa pelajar lainnya yang mengenal pemeran video mesum tersebut menduga, adegan panas itu direkam menggunakan ponsel oleh si pemeran pria.

Terdapat dua video yang menampilkan kedua siswa SMK itu berhubungan intim. Video pertama dipotong dalam tiga bagian, masing-masing berdurasi 0,55 detik, 2 menit 28 detik, dan video terakhir yang menampilkan wajah pemeran wanita, sehingga mudah dikenali teman-temannya.

Selain tiga bagian video tersebut, beredar pula rekaman video mesum lainnya yang juga diduga diperankan oleh pasangan tersebut di lokasi yang sama. Namun, dalam video yang berdurasi 11 menit 27 detik tanpa putus itu, pengambilan gambar tidak dilakukan oleh si pemeran laki-laki, tetapi oleh kamera video dari ponsel yang diletakkan di meja kamar.

Pemeriksaan kedua remaja pemeran dalam video tersebut dimulai sejak pagi hingga siang hari. Kedua pemeran adegan mesum tersebut diketahui masih berusia 16 tahun.

Kedua remaja yang berstatus pelajar kelas XI di SMK di Jembrana itu, membenarkan dan mengakui keaslian video mesum yang beredar tersebut. Mereka juga mengaku sebagai pemerannya.


Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai, menyatakan, video tersebut dibuat saat kedua pelajar itu masih berpacaran dan direkam di salah satu penginapan di pinggiran Kota Negara.

"Video porno tersebut diduga disebar oleh pemeran pria dengan motif sakit hati karena putus cinta dengan pacarnya atau pemeran wanita," imbuhnya.

Karena masih di bawah umur tersangka tidak ditahan oleh polisi, hanya dikenai wajib lapor.

Yusak mengaku belum menentukan tersangka dari kasus tersebut. Saat ini, pihaknya masih mendalami terkait penerapan pasal yang tepat terhadap kasus video mesum yang mengebohkan publik dan viral tersebut.

Alasan Kenapa Pekerja Proyek Menjadi Korban Pembantaian di Papua

Pembunuhan Pekerja di Papua oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Diburu TNI-Polri

Berita Panas Pembantaian Papua - Kabar pembantaian puluhan pekerja di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, pada Minggu (2/12) membuat syok banyak pihak. Bagaimana tidak, pembantaian justru dilakukan terhadap para pekerja proyek yang sedang membantu pembangunan Papua.

Hingga kini, jumlah korban masing simpang siur. Awalnya ada yang menyebut 31 orang terbunuh, namun berdasarkan klarifikasi terakhir, delapan orang yang dikabarkan tewas setelah dijemput paksa para pelaku ternyata masih selamat.  Polisi dan TNI masih mencari kepastian soal jumlah korban. 

Motif pembantaian ini belum bisa disimpulkan. Kapolres Jaya Wijaya AKBP Yan Pieter Reba menyebut pembunuhan tersebut terjadi lantaran ada salah seorang pekerja proyek yang tidak sengaja mengambil foto kegiatan HUT Tentara pembebasan nasional organisasi Papua merdeka (TPN/OPM).  Hal tersebut membuat mereka marah sehingga mencari para pekerja proyek tersebut dan berakhir dengan pembunuhan terhadap korban.

Sementara Kapendam Cenderawasih XVII, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, daerah tersebut termasuk daerah yang terisolasi selama ini dan dijadikan basis pergerakan oleh kelompok bersenjata. Ia menduga, mereka melancarkan aksi-aksinya karena di daerah tersebut dilakukan pembangunan jalan untuk membuka isolasi selama ini.

"Dengan adanya pembangunan jalan yang membuka isolasi tersebut, mungkin mereka merasa terusik dengan kehadiran TNI yang ada di tempat tersebut. Sehingga mereka melakukan aksi-aksi," tuturnya.


Ia juga menduga, hal tersebut merupakan salah satu motif dari pembunuhan terhadap puluhan pekerja di Distrik Yigi. Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), kata dia, merasa perjuangannya dapat terhambat jika dilakukan pembangunan yang akan berdampak pada kesehahteraan masyarakat di sana.

"Semakin banyak masyarakat yang pro terhadap negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mereka merasa terhambat perjuangannya dan meneror masyarakat yang ada di sana," kata dia.

Aksi pembantaian ini terjadi di tengah momen penting bagi gerakan Papua merdeka. Setiap 1 Desember, kelompok pro kemerdekaan merayakan hari jadinya.

Bagi mereka, 1 Desember 1961 adalah hari kemerdekaan Papua Barat atas Belanda.

Pada momen tersebut, bendera Bintang Kejora dikibarkan. Sampai akhirnya terjadi penyerahan Papua ke Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA) yang berujung pada Pepera.

Pemerintah pun memilih menggunakan kata kelompok kriminal bersenjata dari pada gerakan atau Organisasi Papua Merdeka (OPM).  Aidi menyebut Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang dipimpin Egianus Kogoya bertangung jawab atas pembunuhan tersebut.

Di Surabaya, aksi peringatan hari kemerdekaan Papua berlangsung ricuh. Sejumlah  mahasiswa Papua terpaksa diamankan di kantor polisi untuk mencegah amukkan kelompok lain yang tak setuju dengan kegiatan mereka. 

Kronologi Pembantaian Pekerja di Papua

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal melalui keterangan tertulisnya menjelaskan kronologi peristiwa. Pada Sabtu (1/12) malam, Manajer Proyek jembatan Habema-Mugi bernama Cahyo, mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni, koordinator lapangan pembangunan jembatan.

"Namun, Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut," kata Kamal, Senin (3/12).

Jhoni diketahui sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak - Yigi, Nduga. Sementara, seorang pegawai Bina Marga bernama Monang Tobing melakukan komunikasi SMS dengan Jhoni pada tanggal 30 November 2018. Diduga, penelepon Cahyo tersebut adalah KKB yang menculik para pekerja.

Berdasarkan informasi pos Satgas Pamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, pada 30 November 2018 pukul 04.00 WIT tercatat satu unit mobil Ran Strada dengan muatan BBM Solar milik PT Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi, Mobil itu membawa lima pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

Selanjutnya, pada 1 Desember 2018 tercatat dua mobil menuju ke Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya. Pada 2 Desember 2018 malam, satu mobil Strada kembali ke Wamena dan pada Senin, 3 Desember 2018 satu mobil Strada kembali lajuran dari Wamena ke Distrik Mbua Kabupaten Nduga. "Dari informasi bahwa satu mobil Strada yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena," jelas Kamal.

Mendapat informasi tersebut, personel gabungan Polri dan TNI bergerak dari Wamena menuju Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Namun saat tiba di kilometer 46, tim bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di blokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.


Buru Pelaku KKSB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, telah berbicara kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk segera mengejar habis-habisan pelaku pembunuhan pekerja di Kabupaten Nduga, Papua. Menurutnya, pembunuhan tersebut merupakan aksi yang sangat biadab.

"Jadi tadi saya sudah bicara dengan Kapolri, Panglima TNI, untuk segera dilakukan pengejaran yang habis-habisan. Supaya apa? Supaya tak terulang lagi," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Menurut Wiranto, pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, merupakan suatu aksi amat biadab. Itu karena para pekerja tersebut tengah membangun infrastruktur berupa jembatan untuk kesejahteraan masyarakat di sana.

"Artinya apa? Artinya mereka sudah berbakti berjuang untuk kebaikan Papua, kebaikan masyarakat Papua. Lalu ditembakin, dibunuh gitu, ini tentu hal yang sangat tak terpuji," katanya.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut. Wiranto pun mengaku tak habis pikir mengapa mereka membunuh orang-orang yang tengah membangun daerah mereka sendiri.

"Kecuali orang itu merampok, merampas, jahat dibunuh itu sesuatu yang wajar. Tapi itu orang yang sedang berbuat baik, yang berjasa untuk memakmurkan wilayah itu," jelasnya.

Ia meminta TNI-Polri untuk mengejar kelompok tersenut secara habis-habisan karena mereka terus berupaya untuk menakut-nakuti agar pembangunan tak berjalan. Hal yang, kata dia, justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua itu sendiri. "Habis-habisan sampai ketemu, dikerahkan (pasukan)," ujar Wiranto.

Cerita Korban Selamat Pembantaian Papua Oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata

Foto Ilustrasi : Operasi Papua Merdeka pada Tahun 2009

Berita Panas Pembunuhan Papua - Kepala Dinas Penerangan Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan para pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua, telah disandera kelompok bersenjata sejak Sabtu, 1 Desember 2018. Hal tersebut diketahui dari keterangan seorang korban selamat, karyawan PT. Istaka Karya, Jimmy Aritonang.

Menurut keterangan Jimmy, kata Aidi, pada hari Sabtu itu seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan tidak bekerja. Sebab, ketika itu ada peringatan hari kemerdekaan KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata). "Ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Tempo, Rabu, 5 Desember 2018.

Aidi menuturkan sekitar pukul 15.00 waktu setempat, kelompok bersenjata mendatangi kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan yang berjumlah 25 orang untuk keluar. Para karyawan tersebut lalu digiring menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat. "Mereka dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standar militer," kata dia.

Pada keesokan harinya, Minggu, 2 Desember 2018 pukul 07.00 WIT, para pekerja dibawa berjalan dengan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan, para pekerja disuruh berjalan jongkok dengan formasi lima shaf. Tak lama kemudian, kata Aidi, KKSB menembaki para pekerja tersebut.


"KKSB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan sura hutan khas pedalaman Papua, mereka secara sadis menembaki para pekerja," kata Aidi.

Dari keterangan Jimmy, kata Aidi, sebagian karyawan yang ditembaki tewas di tempat dan sebagian lagi terkapar berpura-pura mati. Setelah kelompok bersenjata meninggalkan para korban, 11 pekerja yang masih hidup mencoba melarikan diri. "Namun, korban terlihat oleh KKSB sehingga dikejar. 5 orang tertangkap dan digorok KKSB sehingga meninggal di tempat, 6 orang berhasil melarikan diri," ujarnya.

Aidi menuturkan enam orang yang berhasil kabur melarikan diri ke arah Distrik Mbua. Empat orang di antaranya diamankan anggota TNI di Pos Batalyon Infanteri 775/Yalet, namun dua orang lain hingga saat ini belum ditemukan.
"Baca Juga : Alasan Kenapa Pekerja Proyek Menjadi Korban Pembantaian di Papua"
Belakangan, pos TNI Yonif 775/Yalet tempat korban diselamatkan juga sempat diserang oleh kelompok bersenjata pada esok harinya, Senin, 3 Desember 2018 sekitar pukul 05.00 WIT. Mereka menyerang dengan senjata standar militer, panah serta tombak. Menurut Aidi, pos TNI ini turut diserang karena kelompok bersenjata masih mengejar korban selamat.

Penyerangan di pos TNI tersebut turut menewaskan seorang personel bernama Sersan Dua Handoko. Handoko tewas akibat tertembak senjata api. Selain itu, Prajurit Satu Sugeng terluka saat TNI baku tembak dengan kelompok bersenjata.


Sejauh ini, dilaporkan ada 24 orang pekerja yang meninggal akibat penembakan oleh kelompok bersenjata. Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua diserang oleh kelompok bersenjata. Belasan orang berhasil menyelamatkan diri namun ada juga yang belum diketahui keberadaannya.

Rupiah Menguat, Dolar AS Menurun ke Rp 14.275

Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 4 Desember 2018 Rp 14.275

Berita Panas Terkini - Indonesia, Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mengalami penguatan. Pada pagi ini, 4 Desember 2018 nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mencapai level Rp 14.275.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (4/12/2018). Dolar AS tercatat bergerak dari level 14.245 hingga 14.320.

Meski mengalami penguatan, dolar AS masih berada dalam level yang cukup terkendali. Penguatan dolar AS terbilang tipis dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin mengatakan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS karena masuknya modal asing ke Indonesia.


"Apa yang ingin kita bangun ya trust, kepercayaan. Kita bangun fiskal dan moneter dengan sangat hati-hati. Saya dengar capital inflow-nya sudah kembali masuk," ujarnya dalam acara CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton.

Ia juga meyakini penguatan rupiah terhadap dolar AS masih akan terus berlanjut.

"Ya jangan kaget kalau nanti dolar (AS) turun terus. Enggak tau sampai berapa. Tapi kita juga tidak ingin dolar turun drastis, karena kita masih ingin manfaat dari ekspor kita," ucapnya. 

Jokowi Ungguli Prabowo-Sandi di Pulau Jawa & Desa, Survei Median

Presiden Jokowi Menari Saat Menjabat Gubernur Jakarta di 'Solo Menari 24 Jam'

Berita Panas Pilpres 2019 - Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan elektabilitas 47,7 persen di lembaga survei Median. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf tersebut unggul di Pulau Jawa dan di desa-desa di Indonesia.

"Kalau kita lihat keunggulan Jokowi atas Prabowo di semua Pulau Jawa itu selisih kemenangannya lebih besar di Jawa daripada di luar Jawa, dan lebih besar dari desa daripada di kota," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden, populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Rico mengatakan kubu Jokowi punya gaya komunikasi yang lebih merakyat. Jokowi juga kerap menggunakan simbol-simbol sehingga masyarakat bisa lebih mudah menangkap pesan.

"Tim Prabowo harus memikirkan bagaimana caranya memilih bahasa yang sederhana sehingga mereka bisa masuk kembali ke desa. Makanya sebenarnya Jokowi unggul di sana karena pandai dalam memilih simbol. Dulu dia waktu orang sibuk konflik, dia pilih simbol adu sarung tinju. Itu kan bahasa simbol, bahasa yang mudah dimengerti orang," ucap Rico.

Pada poin ini, Jokowi menjadi lebih diterima di desa. Meski begitu kubu Jokowi dinilai kedodoran saat adu gagasan dengan kubu Prabowo.

"Bahasa Prabowo-Sandi dan timnya itu bahasa yang menurut saya perkotaan, terlalu tinggi visi misi gagasan. Makanya mereka nggak kena di desa. Jokowi lebih jago. Itu juga kenapa Jokowi suaranya lebih rendah di kota karena memang secara adu gagasan mungkin agak kedodoran gitu," ujarnya.

Dalam masa kampanye yang sudah berjalan dua bulan ini, kedua kubu belum mulai mengadu gagasan. Bahkan, masa kampanye ini diisi dengan isu hoax dan juga saling serang personal.

Rico mengatakan sebetulnya perdebatan yang terjadi masih bisa dianggap sehat selama tidak ada saling serang dalam konteks fisik. Pada Pilpres 2019 ini diperlukan adu gagasan dan adu kecerdasan.

"Bangsa ini harus terbiasa berargumen tanpa berkelahi. Jadi kerasnya perdebatan di medsos, terutama di wilayah perkotaan ini, itu sebenarnya gejala yang sehat asal tidak diikuti dengan gejala saling serang, saling serbu," tutur Rico.

Dalam survei ini, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan selisih 12,2 persen suara. Jokowi-Ma'ruf mendapat 47,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 35,5 persen.

"Jadi PR (pekerjaan rumah) Jokowi adalah suaranya harusnya bisa lebih baik dari ini. Dan ini adalah evaluasi Prabowo juga, ini sudah tiga kali dia ikut pilpres, jadi ini evaluasi dari kedua belah pihak," kata Rico.

Berikut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi berdasarkan kategori lokasi:

Pulau Jawa:
01. Jokowi-Ma'ruf Amin: 48,7 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 32,7 persen
Belum memilih: 18,6 persen

Luar Jawa:
01. Jokowi-Ma'ruf Amin: 46,6 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 39,6 persen
Belum memilih 13,8 persen

Desa:
01. Jokowi-Ma'ruf Amin: 47,8 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 33,2 persen
Belum memilih 19,0 persen

Kota:
01. Jokowi-Ma'ruf Amin: 47,9 persen
02. Prabowo-Sandiaga: 38,7 persen
Belum memilih 13,4 persen

Sari Roti Didenda Rp 2,8 M, Ini Penyebabnya

Penyebab Sari Roti Hingga Didenda Rp 2,8 M

Berita Panas Terkini - Kuasa Hukum PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) produsen Sari Roti, Haykel Widiasmoko mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Sari Roti didenda Rp 2,8 miliar karena terlambat memberitahu pengambilalihan (akuisisi) saham PT Prima Top Boga.

Hal tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu kepada manajemen Sari Roti.

"Kami akan pertimbangkan, kami belum tahu. Tentu akan kami sampaikan dulu kepada pihak Nippon. Selanjutnya nanti akan dipertimbangkan," katanya ditemui usai mengikuti pembacaan putusan sidang di Kantor KPPU, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Sari Roti dinyatakan melanggar Pasal 29 UU No 5 Tahun 1999 Jo. Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010. Berdasarkan aturan tersebut, penggabungan atau peleburan badan usaha, atau pengambilalihan saham wajib diberitahukan kepada komisi, selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal penggabungan.


Dalam hal ini, Haykel menyatakan sebenarnya Sari Roti sudah memenuhi aturan tersebut. Perusahaan tersebut sudah memberitahu pada 29 Maret atau 30 hari sejak mendapat putusan akhir dari BKPM yang baru diterbitkan 1 Maret.

Sebagai perusahaan dengan penanaman modal asing (PMA), Sari Roti harus menunggu putusan dari BKPM keluar, baru setelah itu bisa menyampaikan pemberitahuan akuisisi ke KPPU.

"Kalau 30 hari dari 1 Maret, ya berarti sampai April ya. Jadi kami sudah melaporkan 29 Maret. Jadi kami anggap itu masih dalam jangka waktu yang ditentukan berdasarkan peraturan undang-undang yang berlaku," jelasnya.

Namun pihaknya tetap menghormati keputusan dalam sidang majelis bernomor perkara KPPU Nomor 07/KPPU-M/2018 itu.

"Intinya kami juga menghormati apa yang jadi putusan atau sikap KPPU," tambahnya.