sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

Asian Games 2018

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

Laporan Dana Awal Kampanye Pilpres 2019, PDIP Rp 105 M

Dana Awal Kampanye PDIP Capai 105 M, Gerindra 75 M

Berita Panas Pilpres 2019 - Semua partai politik peserta pemilu 2019 telah melaporkan laporan dana awal kampanyenya (LDAK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (23/8/2018).

Berdasarkan data dana awal kampanye yang dihimpun Kompas.com, ada partai yang memiliki dana awal hingga ratusan miliar rupiah, namun ada juga yang hanya jutaan rupiah.

Dari pelaporan yang disampaikan ke KPU kemarin, partai politik dengan dana kampanye terbesar yakni PDI Perjuangan.

Dari laporannya, dana awal kampanye partai berlambang banteng moncong putih itu mencapai Rp 105 miliar.

Sementara itu, dana awal kampanye terkecil adalah dana awal Partai Perindo.

Partai yang dipimpin pengusaha Hary Tanoesoedibjo itu hanya melaporkan dana awal kampanye sebesar Rp 1.000.000.


Berikut daftar parpol dengan dana awal kampanye tertinggi hingga terendah:
1. PDI-P: Rp 105 miliar
2. Gerindra : Rp 75,3 miliar
3. PKS: Rp 17 miliar
4. PKB: Rp 15 miliar
5. PPP: Rp 15 miliar
6. Partai Nasdem: Rp 7 miliar
7. PSI: Rp 4,9 miliar
8. Partai Demokrat: Rp 839 juta
9. PPP: Rp 510 juta
10. PKPI: Rp 500 juta
11. Partai Golkar: Rp 110 juta
12. Partai Berkarya: Rp 100 juta
13. PAN: Rp 50 juta
14. Partai Hanura: Rp 13 juta
15. Partai Garuda: Rp 1 juta
16. Partai Perindo: Rp 1 juta

Dapat Nomor Urut 1, Jokowi Tahmid dan Ingin Indonesia Bersatu

Jokowi Dapat Nomor Urut 1, Ingin Indonesia Bersatu

Berita Panas Pilpres 2019 - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi bersyukur karena mendapatkan nomor urut 1 di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. "Ya alhamdulillah sesuai yang kami harapkan. Kami mendapatkan nomor urut 1, ini memudahkan komunikasi dengan masyarakat karena kami ingin Indonesia bersatu," ujar Jokowi di kantor KPU RI, Jakarta pada Jumat, 21 September 2018.

Jokowi menceritakan, sebetulnya dirinya sudah membicarakan ihwal nomor urut tersebut dengan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Keduanya memang berharap Jokowi mendapat nomor urut 1 dan Prabowo mendapat nomor 2.

"Kalau tanpa pembeda, misalnya saya dapat nomor 2 menyulitkan, karena Partai Gerindra juga nomornya 2, tapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik," kata Jokowi di KPU RI, Jakarta pada Jumat, 21 September 2018.


Adapun teknis pengambilan nomor urut dimulai dari mengambil nomor giliran pengambilan yang dilakukan oleh masing-masing cawapres. Setelah itu, berdasar nomor giliran yang paling kecil, capres akan mengambil nomor urut pasangan calon.

Sandiaga Uno mendapatkan nomor 1 dan Ma'ruf Amin mendapatkan nomor 10. Sebab Sandiaga Uno yang mendapatkan nomor terkecil, maka Prabowo Subianto yang terlebih dahulu mengambil undian nomor yang telah dipersiapkan dalam sebuah tabung bulat. Selanjutnya, Jokowi yang mengambil nomor.

Setelah keduanya sama-sama memegang nomor, baru kemudian kertas yang berisi nomor undian tersebut dipersilakan untuk dibuka. Hasilnya, Jokowi - Ma'ruf mendapatkan nomor urut 2, dan Prabowo - Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut 2.

Sah, Jokowi Ma'ruf Nomor 1, Prabowo Sandiaga Nomor Urut 2 Pada Pilpres 2019

Prabowo Dapat Nomor Urut 2, Jokowi Nomor Urut 1

Berita Panas Pilpres 2019 - Calon presiden inkumben Joko Widodo, yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin atau Jokowi - Ma'ruf, mendapatkan nomor urut 1. Sedangkan lawannya, pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atau Prabowo - Sandiaga, mengantongi nomor urut 2 dalam pemilihan presiden atau pilpres 2019.

Pada Jumat malam, 21 September 2018, Komisi Pemilihan Umum menggelar pengambilan nomor urut untuk pilpres 2019. Proses pengambilan nomor urut diawali dengan pengambilan undian oleh masing-masing calon. Calon yang mendapat nomor terkecil mendapatkan kesempatan pertama mengambil nomor urut.

Sandiaga Uno, yang mendapat giliran pertama, mendapatkan nomor antrean lebih kecil. Selanjutnya Prabowo mendapatkan kesempatan untuk mengambil nomor urut. Setelah keduanya dipersilakan membuka kertas undian, Jokowi terlihat mendapat nomor 1 dan Prabowo nomor 2.


Rapat pleno KPU digelar di ruang sidang lantai 2 gedung KPU di kawasan Menteng, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, bagi pasangan calon presiden-wakil presiden, nomor urut tersebut digunakan sebagai citra diri untuk kampanye. Adapun bagi KPU, nomor urut tersebut digunakan sebagai dasar penyiapan logistik pilpres dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Hari ini, KPU melaksanakan pengundian nomor urut pasangan calon dalam rapat pleno terbuka. Sebelumnya telah disepakati oleh kedua pasangan calon bahwa nomor urut 1 dimaknai dengan angka 01 dan nomor urut 2 dengan tulisan 02," kata Arief.

Dalam Pilpres 2019, pasangan Jokowi - Ma'ruf mendapat dukungan dari sembilan partai politik, yaitu PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI. Adapun pasangan Prabowo - Sandiaga didukung Partai Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan Partai Berkarya.

Nonton & Download Bokep Jepang Nana Ayano The Nun XVSR-060


Video Panas Indonesia - Nonton Bokep The Nun XVSR-060, Bokep Jepang, Bokep Jav, Nonton Bokep Jepang, Nonton Bokep, Situs Bokep Online. The Nun Ngentot, Video Salah Download The Nun Movie.





Download Bokep The Wrong Nun, Nonton Bokep The Nun, Holy Mother, Please! Nana Ayano, Download Bokep Nana Ayano, Nonton Bokep Jepang, Nonton Bokep JAV!

Download Juga : Bokep Mirip Anggota DPR Aryo Djojohadikusumo

*Paid Promote*


Promo Bonus Aktif QQ :
* Bonus Cashback TurnOver Setiap Hari 0.5%
* Bonus Ajak Teman 10%+10% Seumur Hidup

Tersedia 8 Games Dalam 1 User ID :
#AduBalak / #Bandar66
#PokerOnlineIndonesia
#AduQQ / #CemeKeliling
#BandarQQ
#DominoQQOnline
#BandarPoker
#CapsaSusun & #BandarSakong


Rasakan Sensasi Bandar Online dan Jadi Jutawan Hanya di #AKTIFQQ !

Menerima Deposit PayPro, Sobatku, Doku, Gojek CIMB (Rek Ponsel CIMB NIAGA), Gopay, GrabPay, dan multi payment lainnya! [kecuali E-Cash Mandiri]

Pelayanan Terbaik AKTIFQQ :
- Line : aktifqq
- PIN BB : D86AA5AB
- IG : @qqaktif / @aktifqq
- PHONE & WA : +85598746673
- Live Chat : 24Jam/7Hari Online

Potong Bebek Angsa Pilpres 2019 Versi Fadli Zon

Fadli Zon Ubah Lirik Lagu Potong Bebek Angsa Berbau Pilpres 2019

Berita Panas Pilpres 2019 - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bernyanyi 'Potong Bebek Angsa' di Twitter. Dia mengubah lirik lagu anak-anak tersebut menjadi bernada Pilpres 2019.

Lirik lagu tersebut, seperti dilihat di twitter pribadi Fadli Zon, Rabu (19/9/2018), ditulis dengan huruf kapital. Dalam liriknya, Fadli menyindir orang yang disebutnya gagal mengurus bangsa.

Lebih jauh, Fadli Zon bahkan menyebut orang gagal itu memaksa ingin jadi pemimpin dua periode. Pemimpin itu disebur Fadli takut digantikan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Gagal urus bangsa, maksa dua kali," kata Fadli di akun twitternya @fadlizon, Rabu (19/9/2018).


Berikut ini lirik 'Potong Bebek Angsa' yang diubah Fadli Zon:
Potong bebek angsa
Masak di kuali
Gagal urus bangsa
Maksa dua kali
Takut diganti
Prabowo-Sandi
Lalalalalala lalalala ~

Koalisi Indonesia Adil Makmur Vs Koalisi Indonesia Kerja di Pilpres 2019

Pilpres 2019 : Koalisi Indonesia Kerja vs Koalisi Indonesia Adil Makmur

Berita Panas Pilpres 2019 - Kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo - Sandiaga Uno akhirnya meluncurkan nama tim pemenangan mereka yaitu Koalisi Indonesia Adil Makmur untuk menghadapi Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan nama itu dipilih karena sesuai dengan isu yang sedang dihadapi Indonesia.

“Karena problem bangsa dan negara itu adalah keadilan ekonomi, keadilan hukum. Kemakmuran adalah sesuatu yang menjadi cita-cita rakyat Indonesia,” kata Muzani dalam konferensi pers di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara, Selasa 18 September 2018.

Lahirnya nama ini, sekaligus dengan tagline koalisi yaitu “Adil Makmur Bersama Prabowo - Sandi”.

Lahirnya nama koalisi dan tagline ini, tambah Muzani, akan menjadi acuan mereka dalam menyelesaikan masalah keadilan dan kemakmuran. “Kita akan berjuang secara sungguh-sungguh untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap dia.


Lawan Koalisi Indonesia Kerja

Koalisi kubu Prabowo tadi akan berhadapan dengan tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin yang sebelumnya telah terbentuk dan disebut Koalisi Indonesia Kerja.

Nama Koalisi Indonesia Kerja itu sendiri diinisiasi oleh Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi. "Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan partai-partai koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Kerja," kata Jokowi saat mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, Kamis 9 Agustus 2018.

Penamaan ini merupakan lanjutan dari Koalisi Indonesia Hebat yang pernah digunakan pada Pilpres 2014 silam.

Adapun menurut Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq nama Koalisi Indonesia Kerja memiliki kandungan makna filosofis yang menggambarkan etos kerja Jokowi dalam membangun Indonesia empat tahun terakhir.

Koalisi Indonesia Kerja mengusung program Nawacita II sebagai kelanjutan program kerja Jokowi di periode kedua jika terpilih kembali dalam Pilpres 2019.

Nawacita adalah istilah visi-misi yang dipakai oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 2014. Nawacita berisi agenda pemerintahan yang dipaparkan dalam sembilan agenda pokok untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Heboh Tempe Setipis Kartu ATM, Ini Tanggapan Cawapres Sandiaga Uno

Cawapres Sandiaga Uno Saat Ngopi di Kedai Kopi Tak Kie

Berita Panas Indonesia - Calon wakil presiden Sandiaga Uno meminta masyarakat tidak mencemooh atau membully pernyataannya mengenai tempe setipis kartu ATM. Menurut dia, hal itu adalah pernyataan yang disampaikan masyarakat langsung kepada dirinya.

"Yang saya sampaikan itu adalah suara rakyat, kata demi kata itu yang disampaikan mereka," kata Sandiaga di Glodok, Jakarta Barat, Selasa, 11 September 2018.

Sebelumnya, pernyataan tempe setipis ATM ramai diperbincangkan setelah Sandiaga melontarkan hal itu beberapa waktu lalu. Sandiaga mengatakan mendapat keluhan masyarakat soal kondisi ekonomi. Salah satunya dari seorang warga bernama Yuli di Duren Sawit.

"Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM. Ibu Yuli di Duren Sawit kemarin bilang, jualan tahunya sekarang dikecilin ukurannya," kata Sandiaga Jumat pekan lalu.


Sandiaga tak menampik bila ungkapan tempe setipis ATM mungkin terkesan berlebihan. Namun, menurut dia hal itu merupakan ekspresi jeritan masyarakat. "Apakah ini hiperbolis? Mungkin, tapi itu yang disampaikan masyarakat, kita enggak boleh membully," kata dia.

Menurut Sandiaga, munculnya cemoohan dari masyarakat membuktikan jurang sosial yang makin lebar. Masyarakat kelas menengah ke atas, kata dia, tidak bisa memahami kondisi masyarakat kelas menengah ke bawah. "Ini adalah diskoneksi antara pikiran kelas menengah ke atas dan apa yang dirasakan masyarakat menengah ke bawah," kata dia.

Pernyataan Sandiaga soal ukuran tempe di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar sebelumnya ramai diperbincangkan. Sejumlah pendukung calon presiden inkumben Joko Widodo menimpali pernyataan Sandiaga. Direktur Relawan Tim Sukses Koalisi Indonesia Kerja Maman Imanulhaq mengatakan pernyataan Sandiaga tak sesuai kenyataan. Di jagat maya berseliweran meme sindirian mengenai pernyataan tempe setipis ATM itu. "Saya sudah cek di warteg, tempe masih gede-gede betul," kata Maman.