sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

artis

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » Hukuman Mati Dilaksanakan di Stadion Terbuka, Ribuan Warga China Menonton Langsung


Lufeng, Guangdong Selatan - Ribuan orang, termasuk anak-anak, menghadiri sebuah stadion di China, namun mereka tidak menonton acara olahraga ataupun konser musik. Mereka datang untuk menyaksikan 10 orang dijatuhi hukuman mati karena berbagai kejahatan mulai dari pembunuhan, perdagangan narkoba hingga  perampokan.

Dalam sebuah adegan yang hampir tidak mirip dengan proses hukum biasa di pengadilan, 12 terdakwa diarak di sekitar lintasan di dalam stadion dengan kondisi tangan diborgol. Para terdakwa ditonton ribuan orang dari tribun.

Para terdakwa tersebut berdiri di atas podium ketika vonis dibacakan dengan pengeras suara. Foto dan video dari proses vonis mati di stadion ini telah beredar di media sosial.

Salah satu satu video menunjukkan seorang tersangka dimasukkan ke belakang truk polisi, sementara yang lainnya berada di belakang kamera terdengar meratapi nasib. Petugas militer juga terlihat disiagakan di seluruh stadion.

Pengadilan terbuka tersebut berlangsung di Lufeng, Provinsi Guangdong selatan, Sabtu pekan lalu. Ribuan warga setempat sengaja diajak duduk dan menyaksikan sidang terbuka melalui sebuah sistem pengumuman publik oleh Pengadilan Rakyat Lufeng City. Beberapa penonton bahkan masih mengenakan seragam sekolah.

Dalam pengadilan terbuka itu, sepuluh dari 12 tersangka dijatuhi hukuman mati di depan banyak orang. Mereka kemudian dibawa pergi untuk segera dieksekusi. Mereka dihukum karena kejahatan, pembunuhan, perampokan dan narkoba.

Mengutip laporan media, Selasa (19/12/2017), saat persidangan berlangsung, slogan-slogan yang mempromosikan kampanye nasional untuk memberantas kejahatan narkoba terlihat di berbagai poster yang terpasang di stadion.

Lufeng City adalah salah satu kota yang menjadi produsen methamphetamine terbesar di negara komunis itu. Kota itu juga salah satu fokus utama perang anti-narkoba yang digencarkan pemerintah China.

Polisi di Provinsi Guangdong menyita 10,4 ton narkoba selama 10 bulan pertama tahun 2017. Data itu diungkap Zhai Kaixia, Kepala Biro Anti-Narkoba Provinsi Guandong, seperti dikutip Xinhua. Sebanyak 16.000 tersangka juga ditahan selama periode tersebut.

Pengadilan terbuka pada hari Sabtu itu dikecam William Nee, seorang peneliti China untuk Amnesty International. ”Dengan melakukan eksekusi massal lainnya, yang kedua dalam rentang waktu lima bulan, pihak berwenang China sekali lagi menunjukkan ketidakpedulian terang-terangan terhadap kehidupan dan martabat manusia,” tulis dia di Twitter.

Pengadilan seperti ini bukan pertama kalinya digelar di China. Situasi serupa pernah terjadi enam bulan yang lalu, di mana 18 orang yang dihukum karena kejahatan narkoba. Delapan dari mereka dieksekusi segera setelah putusan hukuman mati dijatuhkan.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply