sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » Nasib Kang Emil di Pilgub Jabar Setelah Ditinggal Golkar


Pilgub Jabar 2018 - Ridwan Kamil belum bisa bernapas lega atas pencalonannya di Pilgub Jawa Barat 2018. Penyebabnya, pria yang akrab disapa Emil itu bisa saja gagal mencalonkan jika jumlah kursi parpol pendukungnya tak mencukupi syarat.

Seperti diketahui, konstelasi pilgub Jabar berubah setelah Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto mencabut dukungan terhadap Emil di Pilgub Jabar. Padahal, sebelumnya Golkar di bawah ketum Setya Novanto telah mantap mendukung Emil.

Surat Pencabutan dukungan itu dikeluarkan DPP Partai Golkar pada Minggu (17/12), dengan nomor R-552/Golkar/XII/2017 ditandatangani Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekretaris Jenderal. Salah satu alasan pencabutan dukungan karena Emil tak juga menetapkan kader Golkar Daniel Mutaqien menjadi pendampingnya dan justru menggelar konvensi.

Dengan hengkangnya Golkar, tinggal tiga parpol yang mendukung Emil yakni PPP, NasDem dan PKB. Jika bersama Golkar total kursi parpol koalisi Emil di DPRD Jabar berjumlah 38 kursi, kini dengan hengkangnya Golkar jumlah kursi parpol pendukung Emil tinggal 21 kursi dengan PPP 9 kursi, PKB 7 kursi dan NasDem 5 kursi. Jumlah tersebut masih memenuhi syarat pencalonan di Pilgub Jabar yakni 20 kursi.

Namun setelah Golkar hengkang, PPP juga memberi tekanan keras terhadap Emil. PPP tak suka 'digantung' Emil soal cawagub. PPP bahkan mengultimatum memberi waktu sepekan kepada Emil buat mengumumkan cawagubnya. Jika tidak, PPP mengancam akan mengikuti langkah Golkar yakni mencabut dukungan dari Emil.

"Kami memberi waktu satu minggu kepada Emil (Ridwan Kamil) menentukan wakil. Jika lewat dari waktu, kami terpaksa mencabut dukungan," ujar Ketua DPW PPP Jabar, Ade Munawaroh Yasin, saat dihubungi, Rabu (20/12) kemarin.

Langkah itu diakuinya terpaksa dilakukan agar memperjelas arah Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. Sampai saat ini dia juga mengaku tidak ada komunikasi antara Ridwan Kamil dan PPP.

"Sudah enggak saling mengabari. (Ini seperti) Berharap kepada orang yang tidak peduli. Deadlinenya satu minggu pokoknya," ujarnya.

PPP sejak awal menyodorkan kadernya Uu Ruzhanul Ulum menjadi pendamping Emil. Namun hingga kini Emil belum juga menetapkan siapa cawagubnya. Jika ancaman PPP benar terjadi, tentu saja jumlah Emil tak memenuhi syarat pencalonan karena jumlah kursi PKB dengan NasDem di DPRD Jabar hanya 12 kursi.

Emil sebelumnya diagendakan akan mengumumkan nama cawagubnya Rabu kemarin. Namun hal itu urung dilakukan. Emil pun mengungkap alasannya.

Emil mengungkap ada parpol yang masih berdinamika alias belum klop terkait hasil opini dari para tokoh Jabar yang menjadi panelis 'ajang pemilihan bakal cawagub'. Dua parpol tersebut yakni PKB dan PPP. Mereka membutuhkan waktu untuk dialog lebih intens membahas hasil opini dan survei.

"Saya belum bisa menyampaikan seperti yang saya janjikan (mengumumkan wakil), karena dari PKB dan PPP menginginkan ada waktu untuk dialog lebih intens," ujar Emil kepada wartawan di Trans Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, kemarin.

Untuk itu Emil akan melakukan komunikasi intensif dengan kedua parpol tersebut. Sehingga ketika nama wakil pilihannya diumumkan, tidak terjadi gejolak di dalam tubuh partai koalisi.

"Kalau dari NasDem saya kira enggak terlalu banyak mempermasalahkan, tapi yang berdinamika ada PPP dan PKB. Jadi saya mohon maaf nanti saya cari waktu yang sudah pasti untuk mengumumkan pasangan wakilnya," katanya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah hasil survei terkait elektabilitas para kandidat wakil. Emil menyebut ada tiga lembaga yang melakukan survei terhadap kandidat wakilnya yakni Indobarometer, Charta Politica, dan Poltracking.

"Enam nama itu ada di survei. Hasilnya belum bisa saya sampaikan nanti mengubah persepsi opini tapi nama namanya disurvei. Nanti di waktu yang pas pasti saya umumkan," katanya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply