sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » » » » » » » » » Video Viral Jokowi Diberi Kartu Kuning, Ini Tanggapan Mahasiswa Tersebut


Berita Viral - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Universitas Indonesia untuk menghadiri acara Dies Natalis UI ke-68 diwarnai aksi protes dari mahasiswa. Bahkan seorang mahasiswa beraksi dengan memberikan Presiden Jokowi 'kartu kuning'.

Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Presiden Jokowi memberikan sambutan dan meresmikan Forum Kebangsaan Universitas Indonesia. Dari kursi barisan pengunjung tiba-tiba terdengar suara peluit.

Seorang mahasiswa memakai batik merah berdiri mengeluarkan kartu kuning berukuran besar yang diarahkan ke arah panggung tempat Jokowi berada. Aksi ini tidak berlangsung lama, sebab seorang personel pasukan pengamanan presiden (Paspampres) menghentikannya. Meski didorong oleh paspampres, mahasiswa ini tetap mengangkat tangan kanannya yang memegang kartu tersebut.

 

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi, mengatakan presiden sebenarnya dijadwalkan menerima Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa M. Zaadit Taqwa, namun agenda tersebut batal. "Dari awal memang sudah ada agenda Presiden ketemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," kata dia lewat pesan singkat pada Tempo, Jumat, 2 Februari 2018.

Menurut Johan, yang diacungkan oleh mahasiswa itu bukanlah kartu kuning. Melainkan buku dengan cover warna kuning yang isinya lagu-lagu. "Terhadap aksi ini Presiden Jokowi biasa aja, tidak tersinggung," ujarnya.

Zaadit Taqwa selaku mahasiswa yang memberi kartu kuning kepada presiden menjelaskan, pengacungan buku panduan berwarna kuning sebagai gambaran bahwa Presiden mendapatkan kartu kuning, dengan maksud ‎memberikan peringatan agar menyelesaikan permasalahan bangsa.

"Kita bawa tiga tuntutan, dan kita sudah sampaikan lewat aksi di stasiun (Universitas Indonesia)," tutur ‎Zaadit.

Tiga tuntutan tersebut, kata Zaadit, ‎pertama, terkait gizi buruk di Papua untuk segera diselesaikan oleh pemerintah. Karena, lokasi kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat merupakan bagian dari Indonesia.

"Kami ingin mau dipercepat penyelesaiannya, karena sudah lama dan sudah banyak korban," ucapnya.

Tuntutan kedua yang disuarakan Zaadit, terkait Plt atau penjabat gubernur yang berasal dari perwira tinggi TNI/Polri.

"Kita tidak pengin kalau misalnya kembali ke zaman Orde Baru. Kita tidak pengin ada dwifungsi Polri, di mana polisi aktif pegang jabatan gitu (gubernur), karena tidak sesuai dengan UU Pilkada dan UU Kepolisian," papar Zaadit.

Sedangkan tuntutan ketiga mengenai persoalan Permenristekdikti tentang Organisasi Mahasiswa (Ormawa), karena dapat mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

"Kita tidak pengin mahasiswa dalam bergerak atau berorganisasi dan berkreasi itu dikungkung, oleh peraturan yang kemudian dibatasi ruang gerak mahasiswa," beber Zaadit.

‎Zaadit terpaksa diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan ditarik ke luar ruangan Balairung, serta dibawa ke Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK).

"Tidak ada (kekerasan), ‎cuma diminta keterangan saja, diminta identitasnya. Aksi ini ‎dilakukan spontan, karena sebenarnya niatnya sudah ada tapi berubah-ubah rencana, menyesuaikan kondisi di dalam juga," jelas Zaadit.

Dalam acara Dies Natalis UI ke-68 itu, Presiden Jokowi sempat berterima kasih pada kampus yang identik dengan almamater kuning ini. Menurut dia, UI penyumbang terbanyak menteri di kabinet kerja.

Berikut para pembantu presiden RI yang alumnus UI :

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian - Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan - Puan Maharani
Menteri Keuangan - Sri Mulyani
Menteri Kesehatan - Nila F. Moeloek
Menteri Agraria dan Tata Ruang - Sofyan Djalil
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional - Bambang Brodjonegoro.

"Tambah satu lagi, yang doktornya di UI, pak Moeldoko, Kepala KSP yang S2 dan S3-nya di UI," ujarnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi memperkenalkan pula dua staf khususnya, yaitu Johan Budi dan Sukardi Rinakit yang juga alumnus UI. "UI itu sumbernya pejuang pembangunan dan UI sumber inspirasi dan energi untuk satu tujuan Indonesia yang maju," kata dia.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply