sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » » » » » » » Penelitian : Go-Jek Indonesia Sumbang Rp 9,9 T Untuk Perekonomian Indonesia


Berita Panas Indonesia - Maraknya penggunaan aplikasi transportasi online Go-Jek berdampak positif pada pertumbuhan perekonomian Indonesia. Menurut penelitian oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), Go-Jek berkontribusi hingga Rp 9,9 triliun per tahun ke dalam Perekonomian Indonesia.

Penelitian dilakukan sejak Oktober - Desember 2017 dengan sampel 3.315 pengemudi roda dua, 3.465 konsumen, dan 806 mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang tergabung dalam fitur Go-Food. Para responden tersebut tersebar di sembilan wilayah, yakni Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek,  Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

Penelitian yang bekerjasama dengan Go-Jek Indonesia ini memiliki margin of error di bawah 5 persen. Meski begitu, penelitian ini hanya mencakup layanan transportasi Go-Ride dan Go-Food.

Manajer Penelitian, Paksi Walandouw, menyebutkan bahwa Go-Jek berkontribusi terhadap perekonomian melalui penghasilan mitra pengemudi dan mitra UMKM. Go-Jek menyumbang Rp 8,2 triliun per tahun atau Rp 682,6 miliar sejak bergabungnya mitra pengemudi.

Sementara, penghasilan mitra UMKM yang tergabung dalam Go-Jek berkontribusi hingga 1,7 triliun per tahun atau 138,6 miliar per bulan. “Jumlah hasil kontribusi itu didapat dengan menanyakan berapa jumlah penghasilan sebelum dan sesudah bergabung dengan Go-Jek kepada pengemudi dan UMKM,” kata Paksi dalam pemaparannya di Hong Kong CafĂ©, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Maret 2018.

Berdasarkan data dari Pemerintah Daerah yang diolah oleh peneliti, pendapatan rata-rata mitra pengemudi penuh waktu mencapai Rp 3,48 juta per bulan. Angka itu lebih besar 1,25 kali dibandingkan rata-rata upah minimum kota di 9 wilayah survei yang hanya sebesar Rp 2,8 juta per bulan.

Setelah bergabung dengan Go-jek, rata-rata pendapatan mitra pengemudi meningkat hingga 44 persen. Sementara, pengeluaran mitra pengemudi meningkat hingga 31 persen.

Sementara, Go-Jek juga mendorong mitra UMKM untuk beroperasi secara online sehingga lebih efisien dan mendapat pangsa pasar yang lebih besar. Volume transaksi mitra UMKM meningkat 85 persen dibanding sebelum bergabung dengan Go-Jek. “Delapan puluh lima persen di antaranya mengalami peningkatan lebih dari lima persen,” kata Paksi menambahkan. Selain itu, kata Paksi, 43 persen mitra UMKM juga mengalami kenaikan klasifikasi omZet.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply