sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

artis

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » » » » » Sebanyak 13 Wali Kota dan Wakil Tewas di Masa Kepemimpinan Rodrigo Duterte


Berita Panas Mancanegara - Manila, Sejak Presiden Rodrigo Duterte terpilih sebagai Presiden pada pertengahan Juni 2016, sudah 13 orang pejabat Wali Kota dan wakil Wali Kota yang tewas tertembak.

Dua pejabat yang terakhir tewas, seperti dilansir Philstar, adalah Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, yang meninggal pada Senin, 2 Juli 2018, saat sedang menyanyikan lagu kebangsaan di halaman gedung kantornya.

Halili tewas ditembak sniper yang bersembunyi di semak-semak di seberang kantornya. Polisi tidak berhasil menangkap penembak jitu itu.

Duterte mengecam Halili sebagai pejabat yang berpura-pura menjadi pejuang anti-narkoba.

“Beberapa waktu lalu, Halili di Batangas. Dia palsu. Dia berpura-pura mengarak pelaku narkoba dan memukuli mereka. Saya tidak tahu siapa yang membunuhnya tapi saya beri tahu kalian agar jangan terlibat dengan narkoba,” kata Duterte pasca tewasnya Halili seperti dilansir ABS CBN News.

Sehari kemudian, Wali Kota Nueva Ecija, Ferdinand Bote, ditembak beberapa kali saat sedang mengendarai mobil Toyota Fortuner miliknya. Polisi masih mencari pelaku di tengah desakan publik agar dalang dua pembunuhan ini diungkap.

Berikut ini 11 orang Wali Kota dan wakil Wali Kota yang juga tewas sejak Duterte menjabat sebagai Presiden:

1. Wakil Wali Kota Pamplona, Aaron Sampaga

Dia tewas ditembak orang tidak di kenal pada 5 Agustus 2016. Dia sempat dibawa ke rumah sakit tapi dinyatakan sudah meninggal saat tiba. Pelaku dan motif tidak diketahui.

2. Wali Kota Datu Saudi-Ampatuan, Samsudin Dimaukom

Dia tewas bersama sembilan orang anak buahnya dalam tembak menembak dengan polisi, yang meminta rombongan mobil yang ditumpanginya agar berhenti. Polisi menduga dia membawa narkoba. Samsudin dan istrinya masuk dalam daftar Presiden Duterte untuk pejabat dan bekas pejabat yang terlibat narkoba.

3. Wali Kota Albuera, Rolando Espinosa

Dia tewas ditembak di dalam sel tahanan pada 5 November 2016. Dia ditahan terkait kepemilikan narkoba. Dia masuk dalam daftar Duterte untuk pejabat yang terlibat narkoba.

4. Wakil Wali Kota Datu Saudi-Ampatuan, Anwar Sidatuk

Dia tewas ditembak di rumahnya di Barangai Madia pada 27 November 2016. Polisi menyebut konflik keluarga sebagai motif. Dia masuk dalam daftar narkoba Duterte.

5. Wali Kota Pantar, Mohammad Limbona

Dia tewas ditembak di mobilnya pada 30 Desember 2016. Polisi menyebut motif pembunuhan terkait perebutan kursi wali kota.


6. Wali Kota Marcos, Arsenio Agustin

Dia sedang berada di sebuah lokasi konstruksi di Barangay Mabut saat seorang penyerang menembaknya pada 3 Juni 2017.

7. Wali Kota Balete, Joven Hidalgo

Dia tewas ditembak saat sedang menonton pertandingan bola basket, yang digelar di sebelah kantor polisi di Barangay Poblacion pada 10 Juni 2017.

8. Wali Kota Ozamiz, Reynaldo Parojinog

Dia tewas bersama 15 orang lainnya termasuk istri, saudara lelaki, dan keponakan saat polisi merazia tempat tinggal mereka di San Roque Lawis pada 30 Juli 2017.

Parojinog termasuk dalama daftar narkoba Duterte meskipun wali kota ini membantahnya.

9. Wakil Wali Kota Roxas, Jackson Dy

Dia tewas ditembak saat menunggu mobilnya yang sedang dicuci pada 23 September 2017. Polisi menangkap pembunuhnya yaitu Benjamin Buruanga, yang dibebaskan dari penjara sekitar sepuluh hari sebelumnya dalam kasus pembunuhan.

10. Wakil Wali Kota Ronda, Jonah John Ungab

Dia tewas ditembak oleh dua pengendara motor yang memepet mobilnya di Cebu, 19 Februari 2018. Dia adalah penasehat hukum bandar narkoba Kerwin Espinosa. Saat ditembak, Ungab baru saja kelar dari persidangan di pengadilan terkait kasus Espinosa.

11. Wali Kota Buenavista, Ronald Tirol

Dia tewas ditembak oleh tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor di Buenavista pada 27 Mei 2018. Tirol mengalami dua luka tembakan di kepala dan meninggal di rumah sakit. Belum diketahui apakah dia termasuk dalam daftar narkoba Duterte.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply