sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » » » » » » Partai Gerindra : Kami Tidak Pernah Membenci Presiden Jokowi


Berita Panas Pilpres 2019 - Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan partainya tidak pernah membenci Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Andre memberi salah satu contoh sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ketika kalah dalam pemilu 2014.

Andre kemudian memberi contoh lain yang menegaskan bahwa Prabowo memiliki hubungan baik dengan Jokowi. Di antaranya saat masa-masa Jokowi gagal melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri. Ia menceritakan saat Jokowi dalam keadaan kalut hingga partai-partai pendukung pemerintah "ngambek", bahkan berimbas dengan tersendatnya pengesahan APBN-P 2015.

"Pak Prabowo datang ke istana Bogor, memberikan motivasi dan masukan hingga akhirnya pak Jokowi punya nyali melantik Badrodin Haiti. Banyak kasus-kasus lain yang menunjukkan bahwa kami tidak pernah membangun narasi kebencian," ujarnya.

Meskipun demikian, Andre mengatakan polarisasi yang kini terjadi pada masyarakat adalah akibat dari kepemimpinan Jokowi. Ia membandingkan kepemimpinan Jokowi dengan sepuluh tahun kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ia nilai tenteram dan damai dalam balutan kebhinnekaan.

RCTIQQ Situs Judi Online Indonesia http://qqrcti.net/?ref=rctiqqnet

"Setelah pak Jokowi dengan baju kotak-kotaknya memimpin Republik Indonesia ini, mulai lah Indonesia dalam pengkotak-kotakkan," ucap Andre.

Ia kemudian menyinggung pernyataan Jokowi dalam acara relawan Pro Jokowi (Projo) di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 4 Agustus 2018 yang dia anggap provokatif.

Dalam acara rapat umum relawan di Bogor itu, Jokowi meminta pendukungnya tidak memulai permusuhan, mencela, memfitnah, dan menjelekkan orang lain. "Tapi, kalau diajak berantem juga berani," kata Jokowi.

Menurut Andre, Jokowi sebagai presiden seharusnya menghimbau agar pemilu 2019 berjalan aman, damai, dan tenteram. Pemilu 2019, kata Andre, harusnya menjadi festival adu gagasan, bukan adu otot.

"Tapi pak Jokowi membangun narasi kebencian dengan mendorong agar tidak takut berkelahi. Ini kan diindikasikan pak Jokowi mendorong ada undangan kekerasan dalam pemilu 2019 nanti," tutur Andre.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply