sponsor

berita terkini

video panas

berita panas

cerita panas

mancanegara

Pilpres 2019

olahraga

teknologi

» » » » » » » » Rupiah Melemah Mendekati Rp 15.000, BEI : Kita Tidak Sedang Krisis


Berita Panas Indonesia - Direktur Perdagangan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo menilai tren pelemahan nilai tukar rupiah belakangan ini tak semata-mata mencerminkan kondisi perekonomian dalam negeri. Pelemahan kurs rupiah hingga mendekati level Rp 15.000 per dolar AS hari ini, menurut Laksono, juga terjadi pada mata uang negara lain.

Terlebih, menurut Laksono, karena pelemahan nilai tukar rupiah tidak linear dengan yang terjadi di pasar saham. "Kita serahkan kepada investor, kita tidak sedang dalam kondisi krisis," kata Laksono, Selasa, 4 September 2018.

Laksono menjelaskan, fundamental pasar modal dalam negeri menunjukkan perbaikan seiring dengan laporan keuangan perusahaan publik atau emiten yang mengalami perbaikan. "Kalau kami lihat, laporan keuangan perusahaan publik periode Juni semua menunjukkan perbaikan, itu juga menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang bagus," ujarnya.

Lebih jauh Laksono mencontohkan, posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang hampir menyentuh level 6.000 poin juga merupakan salah satu indikator positif bagi perekonomian nasional. Terpantau, pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini berada di kisaran 5.927-5.978 poin.


"Itu bagus, itu buktinya," ujar Laksono. "Yang membuat sentimen naik turun di pasar saham itu pergerakan rupiah terhadap dolar AS, tapi kan pelemahan mata uang juga terjadi dimana-mana."

Menurut Laksono, fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan mudah berubah pergerakannya karena pengaruh eksternal, diantaranya krisis ekonomi Turki dan Argentina serta perang dagang Amerika Serikat dengan beberapa negara. "Sentimen-sentimen yang seperti itu berdampak ke negara berkembang," katanya.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto sebelumnya memperkirakan rupiah akan melemah hari ini. Ia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.780 - 14.900 per dolar Amerika Serikat."Kaget juga semakin dibuat peraturan malah semakin melemah," katanya saat dihubungi, Selasa, 4 September 2018.

William mengatakan sekarang pemerintah menyasar spekulator dan eksportir yang diduga menahan dolar demi mencari keuntungan. Hal itu, menurut dia, seharusnya bisa menjadi sentimen positif. "Tapi sentimen eksternal tetap lebih kuat, jadi hari ini prediksi rupiah masih akan melemah, kemarin sudah sampai Rp 14.892," ucapnya.

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply